Palangka Raya, 6 Oktober 2026 — Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya melaksanakan kegiatan Surveilans Migrasi Malaria di Pelabuhan Palangka Raya. Kegiatan ini difokuskan pada pemeriksaan dan pemantauan kesehatan terhadap awak kapal sebagai salah satu kelompok yang memiliki mobilitas tinggi.
Kegiatan Surveilans Migrasi Malaria tersebut diikuti oleh 22 orang ABK sebagai sasaran kegiatan. Pelaksanaan surveilans ini merupakan bagian dari upaya BKK Kelas II Palangka Raya dalam melakukan deteksi dini dan pemantauan terhadap potensi keluar masuk penyebaran penyakit malaria melalui mobilitas manusia.
Gambar 1 : Pemeriksaan RDT Malaria ABK
Kapal TB. Makmur Abadi lll dan TB Dwidaya 9
( Sumber : Tim Humas BKK Kelas ll Palangka Raya )
Pelaksanaan Surveilans migrasi malaria ini bagian dari Upaya BKK dalam mencegah terjadinya kasus impor penyakit malaria di Pintu Masuk Pelabuhan yang khususnya ABK kapal yang berasal dari daerah endemis malaria.
Malaria masih menjadi masalah serius di beberapa kota di Indonesia. Meskipun Kota Palangka Raya telah mencapai status eliminasi malaria pada Tahun 2018, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya terhadap kemungkinan munculnya kasus impor dari pelaku perjalanan seperti ABK yang berasal dari endemis. Surveilans migrasi malaria ini dilakukan dengan analisis secara terus menerus dan sistematis terhadap kecenderungan migrasi penduduk dan kecenderungan kasus impor serta deteksi dini adanya penularan setempat, perubahan kondisi lingkungan, vektor, perilaku penduduk yang berpotensi terjadinya kasus malaria.
Gambar 2 : Pemeriksaan Surveilans Migrasi Malaria
di PT. Dwie Warna Karya
( Sumber :Tim Humas BKK Kelas ll Palangka Raya )
Gambar 3 : Foto Bersama Petugas BKK dengan ABK Kapal TB Dwidaya 9
( Sumber :Tim Humas BKK Kelas ll Palangka Raya )
Melalui kegiatan Surveilans Migrasi Malaria di Pelabuhan Palangka Raya, BKK Kelas II Palangka Raya terus memperkuat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran malaria yang dapat terjadi melalui mobilitas masyarakat, khususnya awak kapal. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian malaria serta mewujudkan lingkungan kerja dan perjalanan yang lebih sehat dan aman.
(Nor Seftiani, Peserta Maganghub)


