Pengajuan Keberatan Informasi Publik
Mekanisme Pengajuan Keberatan
Setiap pemohon/pengguna informasi publik dapat mengajukan
keberatan secara tertulis kepada atasan Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi (PPID) berdasarkan alasan-alasan
sebagaimana berikut.
- Penolakan atas permintaan informasi berdasarkan alasan pengecualian.
- Tidak disediakannya informasi berkala.
- Tidak ditanggapinya permintaan informasi.
- Permintaan informasi ditanggapi tidak sebagaimana yang diminta.
- Tidak dipenuhinya permintaan informasi.
- Pengenaan biaya yang tidak wajar.
- Penyampaian informasi yang melebihi waktu yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Jangka Waktu Pengajuan Keberatan
Pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud dilakukan paling lambat
30 (tiga puluh) hari kerja
sejak diterimanya respons atas permohonan Informasi Publik atau
sejak berakhirnya jangka waktu pemberian respons.
Petugas Informasi mencatat pengajuan keberatan dalam Buku Register
Layanan Informasi Publik dan memberikan tanda bukti penerimaan
keberatan kepada pemohon/pengguna informasi.
Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) wajib
memberikan tanggapan tertulis atas keberatan dalam jangka waktu
paling lambat
30 (tiga puluh) hari kerja
sejak diterimanya keberatan.
Apabila Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
tidak memberikan tanggapan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari,
pemohon dapat mengajukan sengketa informasi ke Komisi Informasi
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Layanan Pengajuan Keberatan
Untuk mengajukan keberatan atas pemberian Informasi Publik,
pemohon/pengguna informasi dapat menggunakan salah satu
formulir berikut.
Formulir Keberatan Informasi Publik
📝 Isi Formulir
Formulir Keberatan untuk Diunduh
⬇️ Unduh Formulir
Pengajuan Melalui Email
✉️ Kirim Email
Catatan:
Formulir keberatan yang telah diisi dapat dikirimkan melalui
email PPID:
ppid@bkk-palangkaraya.com
Pengajuan keberatan merupakan bagian dari mekanisme layanan
Informasi Publik. Setiap pengajuan akan dicatat dan diproses
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.