Maklumat Layanan Informasi Publik

Welcome To

"Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya"

Maklumat Layanan Informasi Publik

"Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya"

Maklumat Layanan

"Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya"

Jam Pelayanan

Jam Pelayanan BKK Kelas II Palangka Raya

Hubungi Kami

BKK Kelas II Palangka Raya bisa dihubungi melalui Whatsapp dan media penghubung lainnya

Tolak Gratifikasi

Bersama wujudkan BKK Palangka Raya yang bersih dan berintegritas

Jumat, 06 November 2026

PERINGATI HARI KESEHATAN NASIONAL KE-62 TAHUN 2026, BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS II PALANGKA RAYA GELAR AKSI DONOR DARAH

PALANGKA RAYA, 5 NOVEMBER 2026 -  Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKNke-62 tahun 2026, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya menyelenggarakan aksi sosiadonor darah. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh lapisan Masyarakat yang diadakan di Aula BalaKekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) KotPalangka Raya. Aksi sosial ini mendapat antusiasme yang tinggi dari berbagai instansi dan organisasiTercatat 40 orang mendaftarkan diri sebagai calon pendonor. Namun, setelah melalui proses pemeriksaankesehatan, 25 orang dinyatakan memenuhi syarat medis dan berhasil mendonorkan darahnya. 

Foto Bersama Aksi Sosial Donor Darah Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-62 Tahun 2026
(Sumber : Tim Humas BKK Palangka Raya)


Para pendonor yang berpartisipasi dalam aksi sosial ini berasal dari berbagai instansi lintas sektor, diantaranya Kesdam XII/Tambun Bungai, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tipe B Palangka Raya, Kantor Imigrasi Non TPI Palangka Raya,TVRI Kalteng, BKHIT Kalteng, PT. Angkasa Pura Indonesia (API) Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Puskesmas Tangkahen, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) C Palangka Raya, serta internal pegawai BKK Palangka Raya.

Pemeriksaan Untuk Memastikan Kondidi Fisik Calon Pendonor 
(Sumber : Tim Humas BKK Palangka Raya)

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya, dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama sekaligus momentum untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di momen HKN ke-62 tahun 2026.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya Meninjau Langsung Proses Donor Darah 
(Sumber : Tim Humas BKK Palangka Raya)

“Aksi donor darah ini diselenggarakan khusus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional. Untuk itu BKK Palangka Raya menggandeng PMI Kota Palangka Raya guna berkolaborasi bersama dalam aksi kemanusiaan ini. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada  bapak/ibu telah berkenan berpartisipasi untuk turut sesrta dalam aksi donor darah yang dilaksanakan di Aula lantai 2 Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya.” ujar dr. I Gusti Ayu Agung Damawati.

Proses aftap atau proses pengeluaran darah dari vena lengan pendonor
(Sumber : Tim Humas BKK Palangka Raya)

Kegitan ini diharapkan dapat membantu memenuhi dan mengamankan pemenuhan stok darah di kota Palangka Raya. Kantong-kantong darah yang terkumpul langsung disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palangka Raya untuk kemudian didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.


(ALPIRA – MAGANGHUB) 


BKK Kelas II Palangka Raya Ikuti Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kalimantan Tengah

Palangka Raya (BKK Kelas II Palangka Raya) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya menghadiri Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah yang diikuti oleh perwakilan DWP Dinas/Badan/Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta pengurus DWP Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (5/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut bertempat di Aula BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Diponegoro No. 60, Palangka Raya. Pertemuan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat kebersamaan antar anggota DWP di lingkungan Provinsi Kalimantan Tengah.


Salah satu agenda utama dalam pertemuan kali ini adalah sosialisasi bertema “Peran Ibu DWP dalam Menciptakan Lingkungan Peduli ASI Menuju Indonesia Emas 2045” yang disampaikan oleh Erawati, S.Gz. Melalui sosialisasi tersebut, para peserta diajak untuk memahami pentingnya peran ibu dalam mendukung pemberian Air Susu Ibu (ASI) serta menciptakan lingkungan yang peduli dan mendukung keberhasilan pemberian ASI. 


Ketua DWP Provinsi Kalimantan Tengah, Ny. Noor Hermi Yanti Anang Dirjo, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk terus membangun organisasi DWP yang solid, aktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.


“Mari kita bangun persatuan Dharma Wanita menjadi organisasi yang solid, aktif, dan bermanfaat. Karena organisasi yang baik tidak hanya dibangun oleh satu atau dua orang, melainkan karena seluruh anggota memiliki rasa kekeluargaan dan kerja sama,” ungkapnya.


Pertemuan rutin ini juga diisi dengan informasi organisasi, arisan, serta rangkaian kegiatan lainnya. Adapun DWP yang bertugas dalam pelaksanaan kegiatan kali ini berasal dari DWP Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, DWP Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Tengah, DWP BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Tengah, serta DWP Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya. 


Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, DWP Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya diharapkan dapat terus mempererat hubungan antar lembaga, meningkatkan wawasan anggota, serta berkontribusi aktif dalam mendukung program dan kegiatan Dharma Wanita Persatuan di Provinsi Kalimantan Tengah. (Nor Seftiani, Peserta MagangHub) 

Selasa, 27 Oktober 2026

Menkes Budi Gunadi Sadikin Salurkan Bantuan Obat-obatan dan Alat Kesehatan untuk Penanganan Dampak Karhutla


Palangka Raya – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyalurkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan untuk mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Puskesmas Menteng pada Jumat (23/10/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap.


Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat dan daerah serta unsur terkait di bidang kesehatan. Bantuan yang disalurkan meliputi 137.000 masker KN95, 500.000 masker bedah, 50 unit oxygen concentrator, 35 unit nebulizer, 100 unit tabung oksigen, 37 unit air purifier, 270 botol multivitamin sirup, dan 800 strip multivitamin tablet. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.


Dalam kesempatan tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Kelompok rentan, seperti bayi, balita, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil, diminta sebisa mungkin menghindari paparan kabut asap demi menjaga kesehatan.


“Kalau mesti keluar, pastikan itu jangan balita, jangan orang tua, jangan juga ibu hamil. Keluar yang sehat-sehat saja dan pastikan pakai masker,” ujar Menkes Budi.


Beliau menjelaskan bahwa partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam asap karhutla perlu diwaspadai karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Oleh karena itu, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 dengan benar untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya.


Selain mengimbau masyarakat untuk membatasi paparan asap, Menkes juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas, sebagai tempat pertama bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis. Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatannya.


Melalui penyaluran bantuan obat-obatan dan alat kesehatan ini, pemerintah berupaya memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat di Kalimantan Tengah. Upaya tersebut perlu didukung dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat, penerapan langkah perlindungan diri, serta pemanfaatan layanan kesehatan apabila mengalami gangguan akibat paparan kabut asap. (Nor Seftiani, Peserta MagangHub) 


Minggu, 18 Oktober 2026

PENGELOLAAN LIMBAH B3 (MEDIS) SEBAGAI WUJUD KOMITMEN BKK PALANGKA RAYA TERHADAP PENERAPAN ECO-OFFICE DAN GERAKAN KANTOR BERBUDAYA HIJAU DAN SEHAT (BERHIAS)

 

Proses Pemuatan Limbah B3 (Medis) 
Ke Armada Pengangkut Pihak Ketiga Yang Berizin
(Sumber: TimKer FR Kesehatan Lingkungan)

PALANGKA RAYA – Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kepatuhan hukum, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Palangka Raya secara berkala melaksanakan pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan dari aktivitas pelayanan kesehatan/vaksinasi, dan laboratorium klinis. Langkah ini diambil guna memastikan limbah B3 (medis) terkelola dengan aman dan sesuai dengan satandar yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri LHK NOMOR:P.56/Menlhk-Setjen/2015. (Kamis, 17/09/2026)


Limbah B3 (medis) yang bersumber dari aktivitas pelayanan kesehatan/vaksinasi, dan laboratorium klinis internal BKK Kelas II Palangka Raya dikumpulkan menggunakan kantong plastik khusus berwana, dimana warna yang digunakan disesuaikan dengan jenis limbah seperti Safety box untuk limbah medis tajam, limbah infeksius padat kantong warna kuning, dan untuk limbah farmasi kantong warna coklat.  Limbah-limbah tersebut kemudian diangkut oleh cleaning service setiap hari kerja ke  fasilitas Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) khusus limbah B3 (medis) yang berada di lingkungan BKK Kelas II Palangka Raya. Keberadaan lokasi khusus ini bertujuan untuk mengisolasi material berbahaya agar tidak mencemari lingkungan sekitar maupun mengganggu keselamatan kerja pegawai serta pengunjung.

Limbah Padat, Medis, dan Cair
(Sumber: TimKer FR Kesehatan Lingkungan)

Limbah B3 (medis) yang telah dikumpulkan pada TPS khusus langsung dimuat ke armada oleh pihak ketiga untuk dibawa ke fasilitas pengolahan limbah B3 (medis) yang berizin resmi, yaitu PT Mitra Hijau Asia yang berlokasi di Kalimantan Timur. Proses pengangkutan ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang mempunya izin sebagai pengelola (pengangkutan) limbah B3 (medis).

Proses Pemuatan Limbah B3 (Medis) 
Ke Armada Pengangkut Pihak Ketiga Yang Berizin
(Sumber: TimKer FR Kesehatan Lingkungan)

Kegiatan pengangkutan secara berkala ini membuktikan konsistensi BKK Kelas II Palangka Raya dalam menerapkan prinsip eco-office serta penerapan Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat (BERHIAS). Rangkaian pengelolaan limbah B3 (medis) mulai dari pewadahan, penyimpanan sementara, hingga pengangkutan oleh pihak ketiga berizin merupakan wujud pengendalian limbah B3 (medis) dari hulu ke hilir yang yang dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat terus memitigasi risiko penularan infeksi dan menekan dampak lingkungan hingga tahap pemusnahan akhir.


(Alpira, Peserta Maganghub)

Rabu, 07 Oktober 2026

BKK KELAS II PALANGKA RAYA LAKSANAKAN SURVEILANS MIGRASI MALARIA DI PELABUHAN PALANGKA RAYA

Palangka Raya, 6 Oktober 2026 — Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palangka Raya melaksanakan kegiatan Surveilans Migrasi Malaria di Pelabuhan Palangka Raya. Kegiatan ini difokuskan pada pemeriksaan dan pemantauan kesehatan terhadap awak kapal sebagai salah satu kelompok yang memiliki mobilitas tinggi.

Kegiatan Surveilans Migrasi Malaria tersebut diikuti oleh 22 orang ABK sebagai sasaran kegiatan. Pelaksanaan surveilans ini merupakan bagian dari upaya BKK Kelas II Palangka Raya dalam melakukan deteksi dini dan pemantauan terhadap potensi keluar masuk penyebaran penyakit malaria melalui mobilitas manusia.

Gambar 1 : Pemeriksaan RDT Malaria ABK 
Kapal TB. Makmur Abadi lll dan TB Dwidaya 9
( Sumber : Tim Humas BKK Kelas ll Palangka Raya ) 

Pelaksanaan Surveilans migrasi malaria ini bagian dari Upaya BKK dalam mencegah terjadinya kasus impor penyakit malaria di Pintu Masuk Pelabuhan yang khususnya ABK kapal yang berasal dari daerah endemis malaria.  

Malaria masih menjadi masalah serius di beberapa kota di Indonesia. Meskipun Kota Palangka Raya telah mencapai status eliminasi malaria pada Tahun 2018, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya terhadap kemungkinan munculnya kasus impor dari pelaku perjalanan seperti ABK yang berasal dari endemis. Surveilans migrasi malaria ini dilakukan dengan analisis secara terus menerus dan sistematis terhadap kecenderungan migrasi penduduk dan kecenderungan kasus impor serta deteksi dini adanya penularan setempat, perubahan kondisi lingkungan, vektor, perilaku penduduk yang berpotensi terjadinya kasus malaria. 

Gambar 2 : Pemeriksaan Surveilans Migrasi Malaria 
di PT. Dwie Warna Karya
( Sumber :Tim Humas BKK Kelas ll Palangka Raya )

Surveilans epidemiologi merupakan kegiatan analisis secara sistematis dan terus-menerus terhadap penyakit atau masalah kesehatan serta kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit. Kegiatan tersebut dilakukan melalui proses pengumpulan data, pengolahan, analisis, hingga penyebaran informasi epidemiologi sebagai dasar dalam menentukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien. 

Gambar 3 : Foto Bersama Petugas BKK dengan ABK Kapal TB Dwidaya 9
( Sumber :Tim Humas BKK Kelas ll Palangka Raya )

Melalui kegiatan Surveilans Migrasi Malaria di Pelabuhan Palangka Raya, BKK Kelas II Palangka Raya terus memperkuat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran malaria yang dapat terjadi melalui mobilitas masyarakat, khususnya awak kapal. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian malaria serta mewujudkan lingkungan kerja dan perjalanan yang lebih sehat dan aman.

(Nor Seftiani, Peserta Maganghub)